<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Manufaktur on Inflasi Global dan Solusinya</title><link>https://inflasiglobal.com/categories/manufaktur/</link><description>Recent content in Manufaktur on Inflasi Global dan Solusinya</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Thu, 15 Jan 2026 08:30:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://inflasiglobal.com/categories/manufaktur/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Paradigma De-globalisasi: Mengukur Dampak Strategi Near-shoring terhadap Eskalasi Biaya Produksi Global</title><link>https://inflasiglobal.com/posts/dampak-de-globalisasi-near-shoring/</link><pubDate>Thu, 15 Jan 2026 08:30:00 +0000</pubDate><guid>https://inflasiglobal.com/posts/dampak-de-globalisasi-near-shoring/</guid><description>&lt;p>Selama lebih dari tiga dekade, arsitektur ekonomi dunia dibangun di atas fondasi globalisasi yang agresif. Perusahaan-perusahaan multinasional berlomba-lomba mencari efisiensi biaya dengan memindahkan basis produksi ke negara-negara dengan upah rendah, mengandalkan model &lt;em>Just-in-Time&lt;/em> (JIT) yang sangat presisi. Namun, memasuki pertengahan dekade 2020-an, narasi ini berubah secara drastis. Gangguan pandemi yang berkepanjangan, ketegangan geopolitik antara blok Barat dan Timur, serta meningkatnya kesadaran akan jejak karbon telah memicu fenomena de-globalisasi yang sistemik.&lt;/p></description></item></channel></rss>